Workshop Menulis Berita Desa di Beji, Kedungbanteng


Beji (16/5/2026) - Setelah cukup lama tidak mendengar kabar terkait website desa, akhirnya ada sebuah undangan dari Pemdes Beji, Kec. Kedungbanteng. Isinya saya diminta mengisi workshop penulisan berita desa untuk website desa bagi warga desa Beji. Tentu saya antusias mengiayakan undangan tersebut. 

Bu Romini, dan Mba Cici, kedua perangkat Desa Beji yang mengirimkan undangan itu. Brief-nya singkat, tolong website desa beji biar aktif lagi. Wah saya baru ngeh juga, ternyata beji.desa.id sudah lama tidak aktif, tidak ada isinya bahkan domainnya konon sudah tidak diperpanjang.

Saya kemudian bertanya kepada bu Romi, nanti tulisannya dipublikasikan di mana? Bu Romi menjawab "beji.kedungbantengkec.banyumaskab.go.id". Seketika itu juga saya tersenyum sambil haru. Ini kok kembali seperti tahun 2012, di mana desa-desa di Banyumas saat itu sedang memperjuangkan domain desa.id, tapi Pemkab-nya menyediakan sub domain yang sangat panjang lengkap dengan CMS yang tampilannya tidak bisa diotak-atik sama sekali.

Pembukaan oleh Sekdes Beji, Sutoro


Suasana pembukaan workshop

Hari Sabtu, 16 Mei 2026 pun tiba. Saya penuh semangat hadir di Aula Desa Beji yang sudah sangat baik, terakhir ke sini baru bagian depan saja yang jadi, aula dalam belum rampung waktu itu. Hadir sekitar 16 warga, terdiri dari ibu-ibu kader Posyandu dan pemuda/remaja desa. Saya dipersilakan duduk bersama pak Sekdes, Sutoro, dan  Bu Romi sebagai MC. Acara pun dimulai tepat 09.30 WIB. 

Pak Sekdes Beji membuka dengan sambutan yang energik. Beliau mengapresiasi kehadiran warga di hari libur, serta menyampaikan beberapa informasi terutama terkait PP 16/2026 yang diantaranya mengatur tentang Pilkades. Sebagai Sekdes yang juga akan purna tugas 2027, beliau menyampaikan bahwa semua warga disilakan untuk mendaftar jika memang berminat mencalonkan diri menjadi calon Kades. Pemdes sudah menganggarkan tak kurang dari Rp70 juta, dan kemungkinan ada bantuan dana lagi dari Pemda. Sehingga calon Kades tidak perlu khawatir dengan biaya.

Materi penulisan berita

Seusai dibuka oleh pak Sekdes, giliran saya mengisi materi. Saya awali dengan perkenalan singkat sekaligus menyingung terkait inisiatif transparansi desa, yang kami gagas sejak 2016. Infografik APBDesa dan website desa adalah dua contoh media komunikasi publik yang waktu itu bukan kewajiban bagi desa, tetapi justru menjadi inisiatif agar Pemdes bisa benar-benar transparan dan akuntabel.

Kini, Pemdes Beji juga memfasilitasi warga untuk berkontribusi pada berita desa di website. Tentu hal ini perlu diapresiasi dan dimanfaatkan. Saya sampaikan materi tentang bagaimana menulis berita dari mulai unsur 5W + 1H hingga penyusunan berita dan judul. Tak lupa juga praktik menulis dingkat di kertas serta menggunakan aplikasi Keep di ponsel. Hasilnya, dikirimkan kepada Bu Romi yang bertindak sebagai redaktur website desa, kemudian diposting dan dibaca bersama-sama.

Semua peserta aktif menulis berita

Saya juga menyisipkan materi tentang pemilihan foto untuk berita, pilihan antara potrait atau horizontal photo, kemudian cropping foto yang tidak perlu hingga merapikan berita menggunakan AI, Gemini.

Foto bersama peserta

Tentu masih ada beberapa warga yang belum cukup rapi menulis berita. Tetapi sebagian besar sudah bisa menyusun berita dari setiap kegiatan yang mereka lakukan seminggu terakhir. Anda dapat membaca hasilnya di https://beji.kedungbantengkec.banyumaskab.go.id/berita